Sabtu, 30 Agu 2025 07:46 WITA
Sabtu, 2 Nov 24
Plh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Sri Wartini

Karsaraya.com – Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tantangan dalam regenerasi atlet di daerah tersebut, dengan hanya sekitar 20% atlet yang berada dalam usia produktif. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim berkomitmen memperbaiki pembinaan atlet sejak usia dini.

Fokus utama mereka adalah menciptakan atlet muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki kemampuan dan mental yang unggul di kancah olahraga nasional maupun internasional.

Plh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Sri Wartini, menjelaskan bahwa pembinaan atlet sejak usia muda adalah langkah utama untuk memastikan keberlanjutan prestasi olahraga di Kaltim.

“Kami menyadari bahwa pembinaan yang dimulai sejak usia dini adalah kunci untuk membangun atlet yang berprestasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga di daerah ini,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dispora Kaltim merancang serangkaian program kompetisi yang akan diadakan di tingkat regional maupun nasional.

Menurut Sri Wartini, kompetisi tersebut sangat penting sebagai sarana pengembangan kemampuan teknis dan mental atlet muda. “Kami ingin memberikan lebih banyak kesempatan bagi atlet muda untuk bersaing di level yang lebih tinggi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tambahnya.

Salah satu event yang akan datang adalah Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), yang dianggap sebagai ajang penting bagi atlet muda Kaltim untuk mengukur kemampuan mereka sebelum berlaga di kompetisi lebih besar. Sri mengungkapkan bahwa ajang tersebut akan menjadi titik tolak untuk atlet Kaltim meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Kami memanfaatkan Pra Popnas sebagai kesempatan bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih besar,” ujarnya.

Selain memfokuskan perhatian pada pengembangan teknik, Dispora Kaltim juga menekankan pentingnya pengembangan mental atlet. Sri menjelaskan bahwa selain keterampilan fisik, kekuatan mental menjadi faktor kunci untuk mencapai kesuksesan dalam olahraga.

“Pembinaan mental tidak kalah penting. Atlet yang kuat secara mental dapat bertahan dalam tekanan kompetisi dan tetap fokus pada tujuannya,” tambahnya.

Dengan pendekatan pembinaan yang menyeluruh, yang meliputi teknik, mental, dan kompetisi yang berkelanjutan, Dispora Kaltim berharap dapat menghasilkan generasi atlet yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Melalui upaya ini, Kaltim berambisi untuk tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga membawa kebanggaan bagi daerah melalui atlet-atlet yang sukses di berbagai ajang bergengsi.(adv/bp)

Bagikan:
Berita Terkait