Sabtu, 30 Agu 2025 05:59 WITA
Minggu, 3 Nov 24
Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Junaidi

Karsaraya.com – Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Junaidi, menanggapi usulan untuk mengalihfungsikan Hotel Atlet menjadi perpustakaan. Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut harus tetap difokuskan untuk mendukung kegiatan olahraga dan tidak dapat digabungkan dengan fungsi lain seperti perpustakaan.

Menurut Junaidi, mengintegrasikan fungsi olahraga dengan perpustakaan akan menghadirkan kendala, terutama terkait dengan gangguan suara dari aktivitas olahraga.

“Jika hotel ini difungsikan untuk olahraga sekaligus perpustakaan, akan ada masalah besar. Suara bising dari kegiatan olahraga bisa mengganggu orang yang sedang membutuhkan ketenangan untuk membaca atau belajar di perpustakaan,” ujarnya.

Junaidi mengakui adanya kekhawatiran bahwa Hotel Atlet mungkin tidak dimanfaatkan secara optimal, namun ia menegaskan bahwa perhatian utama harus tetap pada pengembangan sektor olahraga. “Kekhawatiran itu sah, tetapi kita perlu melakukan survei kelayakan untuk memastikan langkah terbaik dalam pemanfaatan fasilitas ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Junaidi menekankan bahwa Hotel Atlet seharusnya mendukung program Sport Tourism yang sedang digalakkan di Kaltim. Fasilitas tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem olahraga di daerah, baik untuk mendukung atlet yang berlaga maupun untuk menarik wisatawan yang memiliki minat terhadap olahraga.

“Hotel Atlet harus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan olahraga, terutama dalam memperkuat program Sport Tourism yang sangat penting untuk pengembangan olahraga di Kaltim,” tambahnya.

Junaidi juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa Hotel Atlet tetap berfungsi secara maksimal untuk mendukung kebutuhan olahraga masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa fasilitas ini tetap berjalan sesuai dengan tujuannya, yaitu mendukung kegiatan olahraga, bukan untuk tujuan lain yang bisa mengurangi efektivitasnya,” tutup Junaidi.

Pernyataan ini menjadi klarifikasi terhadap isu yang berkembang mengenai fungsi Hotel Atlet, yang diharapkan dapat tetap berperan penting dalam pengembangan olahraga di Kalimantan Timur.(adv/bp)

Bagikan:
Berita Terkait